Fractured Stories: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Fractured Stories: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contohnya - Fractured stories adalah cerita yang menyajikan alur tidak utuh atau tidak berurutan secara kronologis. 

Fractured Stories: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contohnya

A. Pengertian Fractured Stories

Fractured stories adalah cerita yang menyajikan alur tidak utuh atau tidak berurutan secara kronologis. Kata fractured berarti “terpecah”, sehingga cerita ini disampaikan dalam potongan-potongan waktu, sudut pandang, atau peristiwa yang saling melengkapi.

Dalam fractured stories, pembaca tidak langsung memahami keseluruhan cerita sejak awal. Pembaca harus menghubungkan setiap potongan cerita untuk mendapatkan makna utuh.

Fractured stories sering digunakan untuk:

  • Menambah unsur misteri

  • Membuat cerita lebih menarik dan menantang

  • Mengajak pembaca berpikir kritis

B. Tujuan Penggunaan Fractured Stories

Penggunaan fractured stories memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  1. Membangun rasa penasaran pembaca

  2. Menampilkan konflik secara lebih dramatis

  3. Menunjukkan perubahan karakter dari waktu ke waktu

  4. Memberikan sudut pandang yang berbeda-beda

  5. Mengajak pembaca aktif menafsirkan cerita

C. Ciri-Ciri Fractured Stories

Fractured stories memiliki ciri khas yang membedakannya dari cerita biasa, yaitu:

  1. Alur Tidak Kronologis
    Cerita tidak dimulai dari awal–tengah–akhir secara urut.

  2. Penggunaan Kilas Balik (Flashback)
    Peristiwa masa lalu sering muncul di tengah cerita.

  3. Potongan Cerita Terpisah
    Cerita disampaikan dalam fragmen atau bagian kecil.

  4. Perubahan Sudut Pandang
    Bisa menggunakan sudut pandang tokoh yang berbeda-beda.

  5. Informasi Dibuka Secara Bertahap
    Fakta penting sering disembunyikan dan baru terungkap di akhir.

D. Struktur Fractured Stories

Meskipun alurnya terpecah, fractured stories tetap memiliki struktur dasar cerita.

1. Pembukaan Tidak Langsung

Cerita bisa dimulai dari:

  • Tengah konflik

  • Akhir cerita

  • Peristiwa penting tertentu

2. Fragmen Cerita

Bagian-bagian cerita disusun tidak berurutan, misalnya:

  • Masa kini → masa lalu → masa depan

  • Tokoh A → Tokoh B → Tokoh C

3. Konflik Bertahap

Konflik tidak muncul sekaligus, tetapi terbentuk seiring potongan cerita digabungkan.

4. Rekonstruksi Cerita oleh Pembaca

Pembaca menyusun sendiri urutan peristiwa berdasarkan petunjuk dalam cerita.

5. Penyelesaian atau Twist

Cerita biasanya ditutup dengan:

  • Kejutan (plot twist)

  • Penjelasan konflik sebenarnya

  • Kesadaran tokoh utama

E. Jenis-Jenis Fractured Stories

1. Fractured Time

Cerita meloncat-loncat waktu (masa lalu, sekarang, masa depan).

Contoh:
Cerita dimulai dari tokoh dewasa, lalu kembali ke masa kecilnya.

2. Fractured Perspective

Cerita disampaikan dari berbagai sudut pandang tokoh.

Contoh:
Satu kejadian diceritakan oleh beberapa tokoh dengan versi berbeda.

3. Fractured Plot

Peristiwa utama dipecah menjadi bagian-bagian kecil.

4. Fractured Reality

Cerita memadukan kenyataan, mimpi, ingatan, atau halusinasi.

F. Perbedaan Fractured Stories dan Cerita Linear

AspekCerita LinearFractured Stories
AlurUrutTidak urut
PenyajianLangsungTerpecah
PemahamanMudahMenantang
Peran PembacaPasifAktif
KejutanMinimTinggi

G. Contoh Fractured Stories Singkat

Contoh Cerita:

Pagi itu, Raka berdiri di depan makam ibunya. Tangannya gemetar.

Lima tahun lalu, ibunya masih tersenyum di dapur kecil mereka.

Suara sirene ambulans kembali terngiang di telinganya.

Kini, Raka baru menyadari bahwa kepergiannya bukan karena sakit, melainkan rahasia yang selama ini disembunyikan keluarga mereka.

Cerita di atas tidak disusun secara urut, tetapi pembaca perlahan memahami peristiwa yang terjadi.

H. Kelebihan Fractured Stories

  1. Cerita terasa lebih unik dan kreatif

  2. Membuat pembaca lebih terlibat

  3. Cocok untuk cerita misteri dan drama psikologis

  4. Memberikan pengalaman membaca yang berbeda

I. Kekurangan Fractured Stories

  1. Sulit dipahami oleh pembaca pemula

  2. Membutuhkan konsentrasi tinggi

  3. Risiko cerita membingungkan jika tidak ditulis dengan rapi

J. Tips Menulis Fractured Stories

  1. Tentukan cerita utuh terlebih dahulu

  2. Pilih bagian mana yang akan dipecah

  3. Berikan petunjuk waktu yang jelas

  4. Jangan terlalu banyak fragmen

  5. Pastikan akhir cerita menjelaskan konflik utama

K. Penutup

Fractured stories merupakan teknik bercerita yang menarik dan menantang karena menyajikan alur yang terpecah-pecah. Teknik ini mengajak pembaca untuk berpikir, menafsirkan, dan menyusun sendiri potongan cerita menjadi satu kesatuan yang utuh.

Dengan memahami fractured stories, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan membaca kritis dan menulis kreatif secara lebih mendalam.

Baca Juga: Mengedit Foto Terbaik Menjadi Gaya Cinematic Menggunakan Aplikasi AI

Comments